-->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Supaya Bisa Menghadapi Rekan Kerja Yang Toxic

Memasuki dunia kerja tidaklah mudah. Anda tentunya akan bertemu dengan rekan kerja dan orang-orang yang karakternya berbagai macam. Tidak dapat disangkal bahwa di manapun Anda bekerja, akan ada pekerja toxic. Menurut penelitian oleh Harvard Business School yang dikutip di glints.com, ditemukan fakta bahwa dari dua puluh pekerja, satu di antaranya adalah seseorang yang toxic. Apabila Anda selama ini mengalami stres di tempat kerja, bisa saja penyebabnya adalah rekan kerja toxic yang sering mengusik hidup Anda. Ciri-ciri rekan kerja yang toxic ini adalah suka menggosip atau menyebarkan berita yang tidak benar, mengajak tidak mengerjakan tugas dengan baik, mengganggu konsentrasi saat jam kerja, menghambat pencapaian kerja, tidak senang saat Anda berhasil, hingga menurunkan produktivitas perusahaan.

Oleh karena itu, apa solusi yang tepat untuk menghadapi rekan kerja yang toxic ini? Apakah harus disampaikan ke atasan? Apakah Anda harus mengundurkan diri dan pindah ke perusahaan lain? Tenangkan diri terlebih dulu. Berikut adalah solusi yang bisa Anda terapkan untuk menghadapi teman kerja yang dirasa toxic:

1. Jaga Jarak dan Membuat Batasan

Menjaga jarak adalah usaha pertama yang harus Anda lakukan. Sebaiknya Anda dekat dengan rekan kerja lain yang memiliki karakter baik dan tidak toxic. Apabila dengan terpaksa Anda perlu berbicara dengannya mengenai pekerjaan, beri batasan pada diri Anda sendiri untuk menjauh darinya ketika dia sudah membicarakan hal di luar pekerjaan, misalnya bergosip. Mungkin Anda tidak dapat mengontrol kapan dia akan mendekati Anda, tetapi Anda dapat tegas dengan diri Anda sendiri untuk membatasi hal-hal tidak penting dengan rekan kerja toxic itu.

2. Kontrol Diri 

Ketika rekan kerja mengeluhkan pekerjaannya, ada kecenderungan bahwa Anda pun akan ikut mengeluh. Meski demikian, Anda harus bisa mengontrol diri agar tidak terikut dengan energi negatif tersebut. Kontrol diri Anda sendiri agar tetap profesional sebagai seorang pekerja dan rekan kerja yang cukup menjadi pendengar. Dengan demikian, Anda akan tetap dalam mood yang baik, tidak terikut seperti rekan toxic tersebut, dan tetap memberikan performa yang baik saat bekerja.

3. Jangan Terlalu Dipikirkan

Apabila dua cara di atas cukup sulit dipraktekkan, Anda dapat mengalihkan fokus pikiran Anda cukup pada pekerjaan Anda saja. Cobalah untuk tidak terlalu memikirkan dan menghiraukan rekan kerja yang toxic. Apapun yang mereka lakukan atau katakan, abaikan saja. Ketika mereka sadar bahwa Anda tidak merasa nyaman, mereka akan mendatangi Anda.

4. Utarakan Langsung atau Katakan kepada Atasan

Ketika mood Anda dan rekan kerja Anda sedang baik, coba utarakan langsung kepadanya bahwa Anda merasa pekerjaan Anda tidak fokus karena beberapa hal yang dia lakukan. Sampaikan dengan halus bahwa ketidaknyamanan ini tidak hanya dirasakan oleh Anda saja. Bila Anda mampu menyampaikannya dengan baik dan rekan kerja adalah orang yang dewasa, ia akan mengerti dan mencoba memperbaiki diri. Namun, ada kemungkinan dia akan tersinggung dengan perkataan Anda dan malah membenci Anda atau menyebarkan hal yang tidak benar tentang Anda.

Bila hal itu terjadi, jangan sungkan untuk mengatakan hal tersebut kepada atasan Anda. Terlebih ketika ada banyak rekan kerja lain yang menjadi terganggu saat bekerja karena orang tersebut. Anda dapat meminta bantuan dari atasan untuk mencoba berbicara langsung dengan orang tersebut.


Demikianlah solusi terbaik untuk menghadapi rekan kerja toxic yang mengganggu kelancaran Anda dalam bekerja. Semoga setelah Anda mencoba beberapa tips tersebut, Anda dapat lebih fokus dan tenang saat bekerja.