-->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jadi Pegawai Kantoran Atau Buka Usaha Sendiri Ya? Simak Artikel Berikut

Kita semua tahu bahwa kehidupan yang sesungguhnya baru dimulai setelah selesai kuliah. Tidak jarang para fresh graduate dihadapkan dengan sebuah pilihan sulit. Antara mendaftar bekerja di perusahaan ternama atau membuka usaha sendiri alias menjadi wirausahawan? Bila kamu tinggal di kota besar, mindset menjadi pegawai kantoran sangatlah 'wah'.  Sedangkan, ada ketakutan akan mindset menjadi wirasusaha: "Buka usaha kan perlu modal, harus  sabar karena mulai dari 0 lagi, kalau ga balik modal gimana?" Bagi mereka yang nemiliki sifat kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan, mereka tidak ingin berada dalam situasi terkekang, "kalau kerja di perusahaan artinya makan gaji yang sama setiap bulan dan harus patuh aturan". 

Hidup adalah pilihan. Di setiap pilihan hidup, akan selalu ada two sides of the same coin atau dua perspektif berbeda terhadap suatu hal. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas sisi positif dan negatif dari kedua hal tersebut. 

Menjadi Pegawai Kantoran

Bila kamu adalah orang yang lebih suka dengan rasa aman, menjadi pegawai kantoran adalah pilihan yang baik. Mengapa? Karena tiap bulan pendapatan kamu sesuai dengan kesepakatan dengan perusahaan di awal bekerja. Terlebih, apabila kamu bekerja di perusahaan yang sudah terstruktur dengan baik, biasanya mereka akan memberikan uang lembur, asuransi kesehatan, THR (Tunjangan Hari Raya), bonus tahunan, dan kenaikan gaji ketika performa kerjamu bagus. 

Namun, ada beberapa sisi negatif dari menjadi pegawai kantoran. Karena kamu bekerja untuk orang lain, kamu harus mampu bekerja di bawah tekanan. Apalagi bila ada target yang harus dikejar. Atasan kamu akan menagih target atau performa kamu setiap hari, bahkan setiap jam. Berbeda dengan menjadi wirausahaan di mana kamu sendiri yang adalah pemimpin dari usaha yang kamu bangun. Tidak ada orang lain atau aturan yang mengikat kamu seperti bekerja di kantor.

Drama di tempat kerja juga akan selalu ada lho. Baik antara kamu dan atasan, kamu dan rekan kerja yang lain, kamu dan klien, atau lainnya. Namanya juga manusia, wajar saja bila ada yang iri ketika kamu bekerja keras dan memiliki performa yang baik. Oleh karena itu, menjadi pegawai kantoran harus tahan banting. Apapun yang terjadi di lingkungan kantor, kamu harus selalu menunjukkan performa kerja yang bagus.



Menjadi Wirausahawan

Untuk memulai usaha dan menjadi wirausahawan, diperlukan rencana yang matang. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah usaha dalam bidang apa, prospek ke depannya bagaimana, berapa modal dan hal-hal teknis seperti jumlah karyawan dan lainnya. Di balik semua perencanaan tersebut, sisi positif dari menjadi wirausahawan adalah kamu tidak mempunyai jadwal bekerja seperti pegawai kantoran. Jadwal kerjamu ditentukan oleh dirimu sendiri! Begitu pula dengan penghasilanmu. Wirausahawan yang tekun dan inovatif bisa mendapatkan pemasukan jauh di atas menjadi pegawai kantoran. Namun, tentu saja ada banyak pengorbanan ketika kamu membuka usahamu sendiri.   

Selain menyiapkan modal untuk sewa tempat, upah karyawan, dan biaya operasional (biaya listrik, air, lainnya), ada saja biaya tak terduga yang akan muncul kapanpun. Misalnya ketika genteng bocor, atau ketika wifi error dan kamu harus membayar biaya tambahan untuk teknisi. Ketika ada masalah, mental kepemimpinanmu pun diuji. Kamu harus bisa menjadi pemimpin yang baik agar dapat mengambil solusi yang terbaik.


Demikianlah uraian dan perspektif berbeda dari menjadi pegawai kantoran dan wirausahawan. Kenali dirimu dan impianmu agar kamu dapat mengetahui apa yang ingin kamu tuju dalam kehidupan berkarir. Sekian tips dunia kerja ini. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Jadi Pegawai Kantoran Atau Buka Usaha Sendiri Ya? Simak Artikel Berikut"